- DPRD Tulungagung Gelar Paripurna 3 Agenda Utama - Dari Pertanggungjawaban APBD hingga Pelantikan PAW
- Mantapkan Standar Mutu Pelayanan, RSUD dr. Iskak Jalani Survei Akreditasi Bersama LARS-DHP
- Beraksi di 20 TKP, Dua Jambret Lintas Wilayah Digulung Polres Tulungagung
- Peringati 1448 H, Pemdes Rejosari Santuni Yatim/Piatu lewat Istighosah Dan Sholawat Jabal Syafaat
- Pimpin Tasyakuran Haji 2026, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin Jabarkan Tiga Ciri Haji Mabrur
- Lestarikan Warisan Leluhur, Plt. Bupati Ahmad Baharudin Hadiri Jamasan Pusaka Tombak Kyai Upas
- Unit Binmas Polsek Tulungagung Kota Aiptu Agus H.Dampingi Warga Untuk Pemeliharaan Tanaman Jagung
- Humanis Dan Profesional, Polsek Kedungwaru Dampingi Rujukan Terlapor Ke RSJ Lawang
- Wujudkan Pembangunan Inklusif, Pemkab Tulungagung Gelar Muspadi 2026
- Demi menjaga hubungan Lebih Dekat dengan Petani kanit binmas polsek gondang terjun ke lapangan
BPBD Tulungagung Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem dan Potensi Longsor di Masa Pancaroba

Tulungagung, MPU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam seiring masuknya masa pancaroba dan awal musim penghujan. Kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini berpotensi menimbulkan angin kencang, hujan lebat, banjir, hingga tanah longsor di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tulungagung, Robinson P. Nadeak, mengatakan bahwa berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Tulungagung mulai memasuki transisi dari musim kemarau ke musim hujan sejak awal November. Pada periode ini, perubahan cuaca ekstrem bisa terjadi secara tiba-tiba dan dapat memicu berbagai bencana hidrometeorologi.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada, terutama yang tinggal di daerah lereng, bantaran sungai, dan wilayah rawan longsor. Hujan intensitas tinggi disertai angin kencang berpotensi menimbulkan bencana alam,” ujar Robinson, Senin (10/11).
Baca Lainnya :
- Personel Polsek Kedungwaru dan Unit Laka Lantas Polres Tulungagung Lakukan Olah TKP Kecelakaan di Ja0
- SMK di Tulungagung Dipagari Satpam Outsourcing, LSM Pertanyakan Transparansi0
- Peringati Hari Santri, Polres Tulungagung Bagikan 15 Ton Beras untuk 60 Ponpes0
- Kapolres Tulungagung Tebar 5.000 Benih Ikan Tombro Di Sungai Ngrowo0
BPBD Tulungagung mencatat, beberapa kecamatan seperti Pakel, Sendang, Bandung, Pagerwojo, dan Tanggunggunung termasuk kawasan rawan longsor, sementara wilayah Sumbergempol, Boyolangu, dan Ngunut rawan terhadap dampak angin kencang dan pohon tumbang.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah mengaktifkan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) selama 24 jam untuk menerima laporan masyarakat. Selain itu, petugas lapangan juga disiagakan untuk melakukan pemantauan di titik-titik rawan bencana dan melakukan sosialisasi kesiapsiagaan di tingkat desa.
“Kami juga mengimbau warga agar memangkas ranting pohon besar di sekitar rumah, tidak berteduh di bawah pohon saat hujan deras dan angin kencang, serta segera melapor jika menemukan tanda-tanda tanah bergerak atau retakan di sekitar pemukiman,” tambahnya.
Robinson menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana di masa pancaroba. Ia juga mengingatkan agar warga tidak panik, tetapi tetap siaga dan saling membantu jika terjadi keadaan darurat.
“Kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat sangat membantu kami dalam mempercepat respon bencana. Jika ada kejadian, segera hubungi call center BPBD Tulungagung atau perangkat desa setempat,” tegasnya.
BPBD berharap dengan kesiapan dan kerja sama semua pihak, dampak bencana akibat cuaca ekstrem di masa pancaroba dapat diminimalkan sehingga aktivitas masyarakat tetap berjalan aman dan lancar.











