Kasus Distributor Susu Ultra di Kalidawir , Klarifikasi Mertua Tuai Tanda Tanya

By admin 18 Mei 2026, 13:46:26 WIB Info Desa
Kasus Distributor Susu Ultra di Kalidawir , Klarifikasi Mertua Tuai Tanda Tanya

Tulungagung – Seorang pria berinisial B, yang disebut merupakan anak dari mantan Kepala Desa Betak, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, dikabarkan diduga terlibat persoalan dengan salah satu distributor susu Ultra di wilayah Campurdarat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, persoalan tersebut bermula dari order produk susu Ultra yang disebut dilakukan sejak 31 Maret 2026. Dari keterangan pihak distributor, total pemesanan disebut mencapai sekitar 800 karton dengan nilai kurang lebih Rp128 ribu per karton.

Namun hingga saat ini, pembayaran atas order tersebut dikabarkan diduga belum terselesaikan. Pihak distributor disebut telah beberapa kali melakukan penagihan kepada yang bersangkutan.

Baca Lainnya :

Pada Jumat (16/5/2026), pihak distributor kembali mendatangi terduga guna meminta penyelesaian pembayaran. Akan tetapi, berdasarkan informasi yang diterima, pertemuan tersebut diduga belum menemukan titik temu sehingga persoalan sempat bergulir hingga ke Polsek Kalidawir untuk dilakukan mediasi.

Menurut keterangan dari pihak distributor, apabila dalam waktu dekat belum ada penyelesaian terkait pembayaran tersebut, maka persoalan itu disebut akan dibawa ke jalur hukum.

Sementara itu, jurnalis juga telah melakukan klarifikasi kepada Agus, yang disebut merupakan mertua dari pria berinisial B sekaligus menjabat sebagai Kepala Desa Karangtalun, Kecamatan Kalidawir.

Dalam keterangannya kepada jurnalis, Agus sempat menyampaikan bahwa persoalan tersebut hanyalah “berita receh” yang menurutnya tidak perlu dibesar-besarkan. Meski demikian, Agus juga menyebut persoalan itu akan segera diselesaikan.

Namun dalam proses klarifikasi tersebut muncul sejumlah pertanyaan. Saat jurnalis menyampaikan kemungkinan untuk menelusuri alur pembayaran ke pihak SPPG apabila benar terdapat kendala pembayaran dari pihak tersebut, Agus justru disebut meminta agar hal itu tidak perlu dilakukan.

Jawaban tersebut kemudian memunculkan tanda tanya di kalangan pihak distributor maupun sejumlah pihak lain. Bahkan muncul dugaan adanya ketidakterbukaan dalam persoalan tersebut. Meski demikian, dugaan itu masih sebatas asumsi dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berinisial B terkait dugaan persoalan tersebut. Media juga tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak guna menjaga keberimbangan informasi serta mengedepankan asas praduga tak bersalah.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment