- Plt. Bupati Tulungagung Hadiri Upacara Ulur-Ulur Telaga Buret, Tekankan Syukur dan Pelestarian Alam
- Jaga Ketahanan Pangan, Pemdes Gondosuli Salurkan Bantuan Beras Tepat Sasaran
- Edukasi Digital RSUD Campurdarat , Menjaga Vitalitas Jantung di Tengah Tren Olahraga Urban
- Musrenbangdes Desa Dukuh: Membedah Usulan Prioritas Menuju RKP 2027
- Gubernur Jatim Tunjuk Ahmad Baharudin Laksanakan Tugas Bupati Tulungagung
- Plt. Bupati Tulungagung Ajak IPSI Perkuat Komitmen \'Jogo Tulungagung\' di Muskablub 2026
- Plt Bupati Tulungagung Hadiri Pelantikan Pengurus IDI Cabang 2025-2028
- Plt. Bupati Ahmad Baharudin Kawal Kunjungan Menag di UIN SATU Tulungagung
- Instruksi Plt Bupati Tulungagung: ASN Dilarang Lengah, Pelayanan Publik Harga Mati
- Pertahankan Reputasi Kelas Dunia, RSUD dr. Iskak Tulungagung Perkuat Kompetensi Etika dan Komunikasi
Plt. Bupati Tulungagung Hadiri Upacara Ulur-Ulur Telaga Buret, Tekankan Syukur dan Pelestarian Alam

TULUNGAGUNG – Suasana khidmat menyelimuti kawasan wisata ekosistem Telaga Buret yang terletak di Desa Sawo, Kecamatan Campurdarat, pada Jumat (24/4/2026). Ratusan warga dari berbagai desa berkumpul menjadi satu dalam prosesi Upacara Adat Tradisi Ulur-Ulur, sebuah ritual turun-temurun yang kini telah menjadi ikon budaya dan pelestarian lingkungan di Kabupaten Tulungagung.
Acara ini dihadiri langsung oleh Plt. Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, yang hadir didampingi oleh Istri, Ny. Yuyun Wahyuni. Kehadiran orang nomor satu di Tulungagung tersebut disambut hangat oleh masyarakat serta para tokoh adat yang tergabung dalam Paguyuban Sendang Tirto Mulyo.
Baca Lainnya :
- Jaga Ketahanan Pangan, Pemdes Gondosuli Salurkan Bantuan Beras Tepat Sasaran0
- Musrenbangdes Desa Dukuh: Membedah Usulan Prioritas Menuju RKP 20270
- Pemdes Salakkembang Terima Monev APBDes Semester II, Wujudkan Pengelolaan Anggaran Transparan0
- Musrenbangdes Banjarejo 2026: Fokus pada Infrastruktur Jembatan dan Akses Pertanian untuk 20270
- RAT KDMP Bangunjaya 2026: Antusiasme Warga Tinggi, Keanggotaan Capai 541 Orang0
Tak hanya Plt. Bupati, kemeriahan ritual ini juga disaksikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tulungagung, jajaran unsur Forkopimcam Campurdarat, serta para Kepala Desa dari empat desa yang selama ini menggantungkan hidup pada aliran air Telaga Buret, yakni Desa Sawo, Ngentrong, Gedangan, dan Gamping. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan bahwa tradisi Ulur-Ulur memiliki nilai strategis, baik dari sisi budaya maupun sosial-ekonomi.
Dalam sambutannya di tengah prosesi adat, Ahmad Baharudin tak henti-hentinya mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk senantiasa memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ia menyoroti fenomena alam Telaga Buret yang airnya tetap melimpah ruah dan tidak pernah mengering meski musim kemarau panjang melanda.
"Telaga Buret adalah berkah luar biasa bagi kita semua. Air dari sini merupakan urat nadi yang menghidupi ratusan hektare lahan pertanian di empat desa sekitar. Tanpa kelestarian telaga ini, kesejahteraan petani kita bisa terancam. Oleh karena itu, rasa syukur harus kita wujudkan dengan menjaga alamnya," tegas Ahmad Baharudin di hadapan para peserta upacara.
Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia penyelenggara dan masyarakat adat yang tetap teguh memegang teguh tradisi leluhur selama puluhan tahun. Menurutnya, konsistensi ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat Tulungagung sangat menghargai sejarah dan identitasnya.
Tradisi Ulur-Ulur rutin digelar setiap bulan Selo dalam penanggalan Jawa. Ritual ini bukan sekadar tontonan, melainkan tuntunan yang mengandung tiga pilar utama:
Dimensi Spiritual: Bentuk penghambaan dan rasa terima kasih kepada Sang Pencipta atas nikmat sumber daya alam.
Dimensi Sosial: Menjadi sarana pemersatu (gotong royong) antarwarga dari berbagai desa yang berbagi sumber air yang sama.
Dimensi Ekologis: Mengedukasi generasi muda tentang pentingnya menjaga hutan di sekitar telaga agar resapan air tetap terjaga.
Menutup arahannya, Plt. Bupati menyampaikan visi besar Pemerintah Kabupaten Tulungagung untuk masa depan Telaga Buret. Ia berkomitmen untuk terus memberikan dukungan, baik dalam bentuk kebijakan maupun pengembangan infrastruktur pendukung, agar tradisi ini masuk dalam kalender wisata nasional.
"Kami ingin Tradisi Ulur-Ulur dan kawasan Telaga Buret ini terus berkembang. Kedepan, ini harus menjadi destinasi wisata unggulan yang memadukan keindahan alam dengan kekentalan budaya lokal. Dengan begitu, ekonomi kreatif warga sekitar juga akan ikut terangkat," tambahnya optimis.
Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi inti penyiraman air suci dan doa bersama, yang ditutup dengan ramah tamah antarwarga. Suasana kebersamaan yang hangat ini menjadi pengingat penting bahwa di tengah modernisasi, harmoni antara manusia, budaya, dan alam tetap menjadi fondasi utama keberlangsungan hidup di Tulungagung










