- DPRD Tulungagung Gelar Paripurna 3 Agenda Utama - Dari Pertanggungjawaban APBD hingga Pelantikan PAW
- Mantapkan Standar Mutu Pelayanan, RSUD dr. Iskak Jalani Survei Akreditasi Bersama LARS-DHP
- Beraksi di 20 TKP, Dua Jambret Lintas Wilayah Digulung Polres Tulungagung
- Peringati 1448 H, Pemdes Rejosari Santuni Yatim/Piatu lewat Istighosah Dan Sholawat Jabal Syafaat
- Pimpin Tasyakuran Haji 2026, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin Jabarkan Tiga Ciri Haji Mabrur
- Lestarikan Warisan Leluhur, Plt. Bupati Ahmad Baharudin Hadiri Jamasan Pusaka Tombak Kyai Upas
- Unit Binmas Polsek Tulungagung Kota Aiptu Agus H.Dampingi Warga Untuk Pemeliharaan Tanaman Jagung
- Humanis Dan Profesional, Polsek Kedungwaru Dampingi Rujukan Terlapor Ke RSJ Lawang
- Wujudkan Pembangunan Inklusif, Pemkab Tulungagung Gelar Muspadi 2026
- Demi menjaga hubungan Lebih Dekat dengan Petani kanit binmas polsek gondang terjun ke lapangan
Dari Tulungagung untuk Indonesia: Kisah di Balik Program 82 Ribu Becak Listrik Prabowo

TULUNGAGUNG – Program Becak Listrik Nasional yang kini telah menjangkau ribuan pengayuh becak di berbagai pelosok negeri ternyata menyimpan kisah haru.
Program besar ini bermula dari sebuah pertemuan sederhana antara Presiden RI Prabowo Subianto dengan Nanik S. Deyang, yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Gerakan Solidaritas Nasional sekaligus Presiden Becak Listrik Nasional.
Baca Lainnya :
- Mashuri Berpulang, Pers Tulungagung Kehilangan Sosok Teladan0
- Camat Baru Resmi Bertugas, Kecamatan Ngunut Gelar Acara Kenal Pamit0
- Revitalisasi SMPN 2 Kalidawir Disorot Tajam0
- Bappeda Dorong Percepatan Geopark Wajakensis, Tulungagung Terima Penghargaan dari Gubernur Jatim0
- Bupati Tulungagung Hadiri Sosialisasi Akbar Kesbangpol0
Hal tersebut diungkapkan Nanik saat mendampingi Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, usai penyerahan 200 unit becak listrik bantuan Presiden di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Sabtu (10/1/2026).
Nanik mengisahkan bahwa ide ini lahir saat Prabowo Subianto masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Dalam sebuah pertemuan, Nanik memperlihatkan foto para pengayuh becak asal Tulungagung yang telah puluhan tahun bekerja keras, namun masih harus menyewa unit becak setiap harinya.
"Waktu itu saya bawa foto pembecak dari Tulungagung. Pak Prabowo melihat mereka sudah sepuh, bekerja puluhan tahun tapi tidak punya aset sendiri. Dari situlah muncul gagasan beliau untuk memanusiakan mereka dengan alat kerja yang layak," ujar Nanik.
Gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui produksi massal oleh PT Pindad. Setiap unit becak listrik ini memiliki nilai aset sekitar Rp22 juta. Menariknya, Nanik menegaskan bahwa seluruh pengadaan unit ini bersumber dari dana pribadi Prabowo Subianto.
Hingga awal 2026, tercatat sekitar 11.000 unit telah disalurkan dari total target 82.000 unit hingga tahun 2028. Khusus untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan penyaluran minimal 30.000 unit ke berbagai wilayah.
Meskipun program ini bersifat nasional, Tulungagung mendapatkan perhatian khusus sebagai daerah yang menginspirasi lahirnya kebijakan ini. Selain Tulungagung, bantuan serupa akan menyasar pengayuh becak di:
- Kabupaten Trenggalek
- Malang
- Lumajang
- Surabaya
Nanik memberikan peringatan keras bahwa unit becak listrik ini adalah amanah yang tidak boleh diperjualbelikan.
"Ini adalah aset untuk bekerja meningkatkan kesejahteraan. Jika sampai dijual, tentu ada konsekuensinya," pungkasnya.
Melalui program ini, pemerintah berharap para pengayuh becak tidak hanya terbantu secara ekonomi melalui alat kerja yang ramah lingkungan, tetapi juga mendapatkan kembali martabat mereka di usia senja.











