- UPACARA PERINGATAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL KE-118 SMKN 1 REJOTANGAN 20 Mei 2026
- Kasus Distributor Susu Ultra di Kalidawir , Klarifikasi Mertua Tuai Tanda Tanya
- Optimalkan Potensi Desa, Pemdes Karangrejo Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Unit Peternakan BUMDES
- Optimalkan Potensi Desa, Pemdes Karangrejo Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Unit Peternakan BUMDES
- Dongkrak Sport Tourism, Plt. Bupati Tulungagung Lepas Ratusan Peserta Gemah Coastal Run 2026
- Penuh Khidmat, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin Lepas Keberangkatan 1.179 Calon Jamaah Haji
- Nekat Bawa Balita ke Sumatera, Wanita Asal Lampung Diringkus Polisi di Serang
- Optimalkan Kesehatan Masyarakat, Desa Tanjungsari Gelar Kegiatan ILP Melati
- Lantik 74 Pejabat Fungsional, Plt Bupati Tulungagung , Jadilah Motor Penggerak Perubahan
- Pastikan Birokrasi Tetap Solid, Plt. Bupati Tulungagung Lantik Drs. Tri Hariadi sebagai Pj. Sekda
Revitalisasi SMPN 2 Kalidawir Disorot Tajam
Insights Hunter Menantang Perencana Buka Spesifikasi, Jangan Sembunyi di Balik Kata “Sudah Diverifikasi”

TULUNGAGUNG, MPU — Polemik pembangunan Revitalisasi SMP Negeri 2 Kalidawir makin memanas. Proyek dengan pagu anggaran Rp 736 juta itu kini menjadi sorotan tajam setelah Insights Hunter, gabungan LSM dan media, menemukan dugaan penggunaan kayu wadang untuk struktur atap bangunan — material yang dikenal memiliki ketahanan rendah dan tidak ideal untuk bangunan sekolah.
Ketua Insights Hunter, Cristian, menyebut temuan dugaan tersebut sebagai indikasi awal yang tidak bisa dibiarkan.
Baca Lainnya :
- Bappeda Dorong Percepatan Geopark Wajakensis, Tulungagung Terima Penghargaan dari Gubernur Jatim0
- Bupati Tulungagung Hadiri Sosialisasi Akbar Kesbangpol0
- Bupati Tulungagung Kukuhkan pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tulungag0
- RSUD Campurdarat Peringati HUT ke-3 dengan Tasyakuran dan Doa Bersama0
- Dukcapil Tulungagung Luncurkan Gerdu Kalimasada0
“Kami turun ke lapangan, melihat langsung, dan ada dugaan penggunaan kayu yang tidak sesuai standar. Lalu ketika kami minta klarifikasi, perencana hanya bilang perencanaan sudah diverifikasi. Itu jawaban yang menghindar,” tegas Cristian.
LSM: Jawaban Perencana Terlalu Normatif, Tidak Menjawab Substansi
Menurut Cristian, jawaban perencana bahwa “semua sudah diverifikasi pihak-pihak terkait” justru memunculkan tanda tanya lebih besar.
“Fokus pertanyaannya: material apa yang direncanakan? Kayu apa yang tercantum di RAB? Kenapa itu tidak dijawab? Publik butuh fakta, bukan kalimat normatif yang bisa dipakai pada proyek apa pun,” ujar Cristian.
Ia menegaskan bahwa kayu wadang memiliki kelas kuat III dan kelas awet IV, jauh dari standar material ideal untuk struktur utama bangunan sekolah.
“Kalau perencana merasa benar, buka saja spesifikasinya. Transparan. Jangan berlindung di balik kalimat aman,” ujarnya.
Insights Hunter: Jangan Sampai Ada Manipulasi Material
Kekhawatiran terbesar LSM adalah kemungkinan adanya penurunan kualitas material yang berdampak pada kekuatan bangunan dan berpotensi merugikan keuangan negara.
“Kami tidak menuduh. Tapi kalau jawaban perencana mengambang, wajar kalau dugaan publik makin kuat. Ingat, ini pembangunan pakai uang rakyat. Setiap rupiah harus jelas ke mana larinya,” kata Cristian.
Pengawasan Akan Ditingkatkan, Langkah Lanjutan Siap Diambil
Cristian menegaskan, jika pihak perencana tetap menghindari penjelasan spesifik, Insights Hunter akan:
- Mengirim permintaan klarifikasi lanjutan secara resmi
- Menghubungi PPK dan pengawas lapangan
- Meminta pemeriksaan lebih jauh oleh instansi terkait
- Mempublikasikan temuan lapangan secara berkala
“Kami tidak akan berhenti sampai jawaban jelas keluar. Bangunan sekolah tidak boleh dikerjakan dengan main-main. Kalau benar, silakan tunjukkan. Kalau ada yang disembunyikan, pasti akan terbongkar,” tegasnya.
Penutup
Proyek revitalisasi SMPN 2 Kalidawir kini berada di tengah polemik keterbukaan informasi. Publik menunggu keberanian perencana untuk membuka spesifikasi material secara terbuka, bukan sekadar berlindung di balik kalimat verifikasi.
Insights Hunter memastikan akan terus mengawal dan tidak ragu menyampaikan perkembangan terbaru ke masyarakat.











