- DPRD Tulungagung Gelar Paripurna 3 Agenda Utama - Dari Pertanggungjawaban APBD hingga Pelantikan PAW
- Mantapkan Standar Mutu Pelayanan, RSUD dr. Iskak Jalani Survei Akreditasi Bersama LARS-DHP
- Beraksi di 20 TKP, Dua Jambret Lintas Wilayah Digulung Polres Tulungagung
- Peringati 1448 H, Pemdes Rejosari Santuni Yatim/Piatu lewat Istighosah Dan Sholawat Jabal Syafaat
- Pimpin Tasyakuran Haji 2026, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin Jabarkan Tiga Ciri Haji Mabrur
- Lestarikan Warisan Leluhur, Plt. Bupati Ahmad Baharudin Hadiri Jamasan Pusaka Tombak Kyai Upas
- Unit Binmas Polsek Tulungagung Kota Aiptu Agus H.Dampingi Warga Untuk Pemeliharaan Tanaman Jagung
- Humanis Dan Profesional, Polsek Kedungwaru Dampingi Rujukan Terlapor Ke RSJ Lawang
- Wujudkan Pembangunan Inklusif, Pemkab Tulungagung Gelar Muspadi 2026
- Demi menjaga hubungan Lebih Dekat dengan Petani kanit binmas polsek gondang terjun ke lapangan
Buka Rakorkab PKH, Bupati Gatut Sunu - Kualitas SDM Kunci Utama Penuntasan Kemiskinan

merahputihupdate.com
TULUNGAGUNG – Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., menegaskan bahwa keberhasilan Program Keluarga Harapan (PKH) tidak hanya bergantung pada besarnya bantuan finansial, tetapi sangat ditentukan oleh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pendamping di lapangan.
Baca Lainnya :
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Kabupaten (Rakorkab) sekaligus agenda Peningkatan Kapasitas SDM PKH Kabupaten Tulungagung pada Kamis (8/1/2026).
Di hadapan jajaran Dinas Sosial, Tim SDM PKH Provinsi Jawa Timur, serta para pendamping PKH tingkat kecamatan, Bupati menekankan bahwa Rakorkab ini merupakan momentum strategis untuk memperkuat sinergi dan mengevaluasi pelaksanaan program agar tetap tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
"PKH adalah instrumen utama pemerintah dalam percepatan penanggulangan kemiskinan. Program ini tidak boleh berjalan biasa-biasa saja; harus memberikan dampak nyata bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM)," tegas Gatut Sunu.
Meskipun PKH bertujuan memutus rantai kemiskinan antar-generasi melalui akses pendidikan dan kesehatan, Bupati mengakui masih ada tantangan besar yang harus dihadapi, terutama terkait validitas data di lapangan.
"Persoalan akurasi data, efektivitas pendampingan, serta upaya mendorong kemandirian keluarga penerima manfaat masih menjadi pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gatut Sunu juga mengingatkan para peserta untuk memegang teguh arahan Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), yaitu prinsip "Bekerja, Bergerak, dan Berdampak".
Ia meminta agar setiap program tidak hanya terjebak pada rutinitas administratif, melainkan menghasilkan perubahan taraf hidup yang signifikan bagi masyarakat.
Bupati menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam mendukung seluruh program penanggulangan kemiskinan. Ia optimis, dengan kerja kolaboratif dan dedikasi tinggi dari para pendamping, angka kemiskinan di Tulungagung dapat ditekan secara maksimal.











