- UPACARA PERINGATAN HARI KEBANGKITAN NASIONAL KE-118 SMKN 1 REJOTANGAN 20 Mei 2026
- Kasus Distributor Susu Ultra di Kalidawir , Klarifikasi Mertua Tuai Tanda Tanya
- Optimalkan Potensi Desa, Pemdes Karangrejo Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Unit Peternakan BUMDES
- Optimalkan Potensi Desa, Pemdes Karangrejo Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Unit Peternakan BUMDES
- Dongkrak Sport Tourism, Plt. Bupati Tulungagung Lepas Ratusan Peserta Gemah Coastal Run 2026
- Penuh Khidmat, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin Lepas Keberangkatan 1.179 Calon Jamaah Haji
- Nekat Bawa Balita ke Sumatera, Wanita Asal Lampung Diringkus Polisi di Serang
- Optimalkan Kesehatan Masyarakat, Desa Tanjungsari Gelar Kegiatan ILP Melati
- Lantik 74 Pejabat Fungsional, Plt Bupati Tulungagung , Jadilah Motor Penggerak Perubahan
- Pastikan Birokrasi Tetap Solid, Plt. Bupati Tulungagung Lantik Drs. Tri Hariadi sebagai Pj. Sekda
Pererat Ukhuwah dan Kepedulian, Bupati Gatut Sunu Hadiri Halalbihalal IKAPPDAR se-Karesidenan Kediri

TULUNGAGUNG – Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa pada Sabtu (28/03/2026). Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E., hadir secara langsung dalam acara Halalbihalal Ikatan Keluarga Pondok Pesantren Darul 'Ulum (IKAPPDAR) se-Karesidenan Kediri.
Kegiatan yang mempertemukan para alumni pesantren lintas generasi ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Lebaran, tetapi juga dirangkaikan dengan aksi sosial berupa santunan kepada puluhan anak yatim piatu.
Kehadiran Bupati Gatut Sunu disambut hangat oleh keluarga besar IKAPPDAR dan para tokoh agama. Mengawali rangkaian acara, Bupati secara simbolis menyerahkan santunan kepada 26 anak yatim. Langkah ini diambil sebagai bentuk nyata kepedulian sosial pemerintah daerah bersama unsur masyarakat terhadap sesama, selaras dengan semangat berbagi di bulan Syawal.
Baca Lainnya :
- Sinergi Hadapi Dampak Geopolitik Global, Bupati Tulungagung Hadiri Diskusi Strategis di Grahadi0
- Momentum Halalbihalal: Bupati Gatut Sunu Tekan Ego Sektoral dan Pacu Akselerasi Infrastruktur 20260
- Sinergi Membangun Daerah: DPRD Tulungagung Terima LKPJ Bupati TA 20250
- Rayakan Idul Fitri 1447 H, Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Jaga Keharmonisan dan Keselamatan0
- Perkuat Logistik Desa, Bupati Tulungagung dan Dandim 0807 Serahkan Truk Operasional KDMP0
Setelah penyerahan santunan, acara dibuka secara resmi dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, diikuti dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an yang menambah kekhusyukan suasana di pendopo kebanggaan warga Tulungagung tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Gatut Sunu Wibowo menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kepada seluruh hadirin. Beliau menekankan bahwa momentum halalbihalal merupakan sarana paling efektif untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah serta mempererat tali persaudaraan antar-elemen masyarakat.
Secara khusus, Bupati memberikan apresiasi tinggi kepada IKAPPDAR se-Karesidenan Kediri. Beliau menilai peran alumni Pondok Pesantren Darul 'Ulum sangat vital dalam mendukung pembangunan daerah.
"Alumni Darul 'Ulum memiliki karakter yang khas, yaitu berbekal nilai keikhlasan, kemandirian, dan akhlakul karimah. Peran strategis Bapak/Ibu sekalian sangat kami rasakan, mulai dari sektor pendidikan, sosial, hingga birokrasi pemerintahan," ujar Bupati Gatut Sunu.
Sebagai bentuk penghormatan dan simbol sinergi yang kuat, pengurus IKAPPDAR memberikan cinderamata kepada Bupati Gatut Sunu di tengah acara.
Puncak acara diisi dengan Mauidhoh Hasanah atau tausiyah yang disampaikan langsung oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darul 'Ulum, KH. A. Tamim Romly. Dalam ceramahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa meningkatkan kualitas keimanan dan memperluas kepedulian sosial sebagai bekal pasca-Ramadan.
Acara ini dihadiri oleh jajaran alim ulama, kyai, habaib, serta ratusan alumni dan santri yang datang dari berbagai wilayah di Karesidenan Kediri, meliputi Kediri, Nganjuk, Blitar, Trenggalek, hingga Tulungagung sebagai tuan rumah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara umara (pemerintah) dan ulama terus terjaga demi mewujudkan masyarakat yang harmonis dan religius.











